Monday, April 3, 2017

Proses Pembuatan Gula

Sumber foto : gresnews

Proses Pembuatan Gula

Pembuatan gula dari tebu adalah proses pemisahan sakharosa yang terdapat dalam batang tebu dari zat-zat lain seperti air, zat organic, sabut. Pemisahan dilakukan secara bertingkat dengan jalan tebu digiling dalam beberapa mesin penggiling sehingga diperoleh cairan yang disebut nira.
Menurut Suparmo dan Sudarmanto (1991) proses pembuatan gula dari bahan baku sampai menjadi gula melalui beberapa stasiun, yaitu sebagai berikut:

1. Stasiun Persiapan

Tujuannya untuk mempersiapkan tebu yang akan digiling. Persiapan ini meliputi pengangkutan, penimbangan dan pengaturan ukuran tebu sebelum masuk stasiun penggilingan.

2. Stasiun Gilingan

Tujuannya untuk mendapatkan nira sebanyak-banyaknya dan mengusahakan kandungan nira yang terdapat dalam ampas sekecil-kecilnya. Prinsip stasiun giling memerah tebu agar memperoleh cairan nira dan ampas tebu.

3. Stasiun Pemurnian

Dengan proses sulfitasi, nira dipisahkan dari kotorannya untuk memperoleh nira jernih. Menghilangkan kotoran yang terdapat di dalam nira agar tidak mengganggu proses pengkristalan guna memperoleh gula yang lebih murni.
Menurut Nurono (1980), pembuatan gula terdiri atas tiga metode yaitu:
a. Teknik Defekasi
Teknik defekasi dilakukan untuk pembuatan kristal gula pasir yang kasar dalam tingkatan gula HS (Hoofd Suiker). Teknik ini nira mentah diberi air kapur dalam perbandingan sebagai berikut: I 000 I mra mentah dicampur dengan 3-6 I air kapur. Keadaan ini menyebabkan reaksi alkalis mendominir sifat nira mentah tersebut. Sifat alkalis nira mentah menjamin amannya kandungan sukrosa yang terdapat didalamnya, oleh karena asam-asam yang ada telah dinetralisir.
b. Teknik sulfitasi
Teknik sulfitasi ini digunakan untuk memperoleh mutu gula pasir yang tinggi yaitu gula yang tergolong dalam tingkat SHS (Superieur Hoofd Suiker), dimana nira mentah diberi air kapur dalam jumlah yang lebih ban yak yaitu 6-9 I air kapur untuk I 000 I nira mentah. Campuran ini jika dibiarkan dalam waktu yang cukup lama akan menjadi berwarna hitam dengan terbentuknya reaksi air kapur dan gula-gula reduksi. Cara mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut maka kedalam campuran tadi dialiri gas SO2 yang akan menetralisir kelebihan air kapur sampai pH netral. Teknik sulfitasi ini menghasilkan gula pasir yang bersih dan putih.
c. Teknik Karbonatasi
Teknik ini menggunakan air kapur lebih ban yak lagi, yakni 70-100 I air kapur untuk 1000 I nira mentah. Pencampuran air kapur terse but dilakukan secara bertahap dengan suhu nira mentah tidak boleh lebih dari 55° C. Keadaan ini untuk mencegah tejadinya reaksi antara air kapur dengan gula reduksi yang menyebabkan terjadinya wama hitam. Nira mentah tersebut dialiri dengan karbondioksida menjadi kalsium karbonat sedangkan kelebihan gas karbondioksida akan ikut keluar bersama dengan nira mentah. Nira mentah disaring dan filtratnya diberi air kapur lagi kemudian kembali ditiupkan gas karbondioksida sebanyak-banyaknya. Setelah itu, nira tersebut disaring dengan saringan halus. Teknik ini disebut teknik karbonatasi ganda. Selanjutnya nira mentah yang sudah bersih tersebut dialiri gas S02 supaya gula yang dihasilkan berwama putih bersih. Nira mentah yang sudah dibersihkan secara defekasi, sulfitasi maupun kabonatasi pada umumnya masih banyak mengandung air sehingga kadar gula rata-rata didalamnya sekitar 15%. Nira mentah demikian disebut sebagai nira tipis (Nurono, 1980).

4. Stasiun Penguapan

Menguapkan sebagian besar air yang terkandung dalam nira encer guna mendapatkan nira kental. Penguapan dilakukan pada tekanan vakum. Uap yang dihasilkan dari evaporator digunakan untuk menguapkan air pada evaporator berikutnya untuk menghemat bahan bakar.

5. Stasiun Masakan

Nira kental dipanaskan sampai membentuk kristal dengan ukuran tertentu.

6. Stasiun Putaran

Kristal gula dipisahkan dari larutan induknya pada centrifuge gula untuk mendapatkan kristal gula yang bersih.

7. Stasiun Penyelesaian

Kristal gula dikeringkan, diayak, selanjutnya dimasukkan ke dalam karung dan disimpan dalam gudang.

Menurut Moerdokusumo (1993) angka-angka standar giling adalah:
1) Stasiun Persiapan

  • Sisa tebu < 20% kapasitas giling
  • Kotoran minimum < 5%

2) Stasiun Gilingan

  • HPB (Hasil bagi Perahan Brix) I> 65%, HPB adalah jumlah brix dalam nira mentah persatuan berat tebu.
  • HPB total> 92%
  • Tekanan hidrolik 150 kg/cm2

3) Stasiun Pemumian

  • Kualitas wama nira jemih < 50 (standar ICUMSA Comissionfor Uniform Methods of Sugar Analist)
  • Kadar kapur < 600 ppm (part per million)
  • Kadar phosphat kurang lebih 300 ppm
  • Suhu peruanas I 70-75° C
  • Suhu pemanasan II 100-105° C
  • Suhu pemanasan III 105-110° C
  • pH nira encer terkapur ( defekator I) 7,1
  • pH nira encer terkapur (defekator II) 9,4 pH nira encer tersulfitir 7,2-7,4
  • Kapur:


  1. Kadar CaO > 90%
  2. CaO aktif dalam air kapur > 90%
  3. Dosis kapur 1,1-1,2 kwintal/1 00 ton tebu
  4. Susu kapur 5-7° Be (Bourne)


  • Belerang:


  1. Kadar S > 95,5%
  2. Dosis 45-60 kg/ton tebu
  3. Suhu mantel tobong ± 75° Be
  4. Kadar abu 0, I%
  5. Bituminuos substance 0,1%


  • Flokulan sesuai dengan standar P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia) 2,5-3 ppm tebu
  • Persen pol blotong < 1,5%
  • Penggunaan bahan pembantu:


  1. Kapur 1,1-1 ,2 kwintal/1 00 ton tebu
  2. Belerang 4,5-60 kwintal/1 00 ton tebu
  3. Flokulan 250-300 g/1 00 ton tebu
  4. Susu kapur 5-7° Be
  5. Gas S02 8-12%

4) Stasiun Penguapan

  • Tekanan uap bekas 0,5-0,8 kg/cm2 gauge
  • Kadar air/m Lp/jam >24
  • % brix nira ken tal > 60
  • Hampa badan akhir 63-66 cmHg
  • Suhu air injeksi < 36°C
  • Suhu air jatuhan 48° C
  • Pengaturan tekanan hampa dan tekanan drop

5) Stasiun Masakan

  • Vakum pan masak 63-66 cmHg
  • % brix masakan: 93,5- 98,99 %
  • Pemerahan masakan: 65-75
  • Lama masakan: 2-6 jam
  • Masakan: 15-20 % atau < 12 %
  • Lama pendinginan: 2-4 jam atau  > 12 jam

6) Stasiun Putaran

  • HK (Harga Kemurnian) gula > 98%
  • HK molasses < 30%
  • % brix sirup A/B 81/83
  • % brix molasses 92-94


Previous Post
Next Post

0 comments: